Postingan

Boleh aku mengenangnya?

Dan waktupun berjalan, ribuan hari terlewati, di penghujung malam, aku hanya punya kenangan. kenangan yang telah usang... sekalipun menyakitkan, kenangan itu akan selalu hidup, dan.... membekas :') Aku ingin berkisah, tentang dia yang membuat masa remajaku lebih berwarna.. Tentang dia.. yang tinggi, kurus, sedikit manis dan tawanya menular. Juni, 2010 Sebuah pesan singkat muncul di lini facebook ku. Ya. facebook menjadi satu-satunya media sosial yang ku punya saat itu.  "siapa ya? kayanya aku ga kenal deh" ucapku dalam hati ketika membaca nama yang tertera.   "?"  "ga ada artinya" "foto-nya lucu-lucu" "iya dong, makasih" orang yang aneh... Seminggu berlalu, tiba-tiba sahabatku bernama Fitri Agisna Dwi Putri datang membawa kabar yang mengejutkan dan tak pernah ku sangka sebelumnya. "diknyyyyyy, *dengan suaranya yang memekik telinga. Tau ga sih? anak kelas 7 H ada yang suka sama dikny?" ...

Namanya Ihda Ainin Nawawi, dia sahabatku.

Berbicara tentang perasaan, rasanya saya ingin sekali bebicara yang jujur, berbicara yang benar tentang ini, namun pada kenyataannya saya selalu gagal dalam mendeskripsikan perasaan saya sendiri. Bicara tentang perasaan selalu membuat saya menjadi manusia paling berbelit belit sepanjang abad 21, karena memang perasaan saya tidak pernah sederhana, tidak sesederhana rasa cinta orang tua terhadap anaknya, tidak sesederhana rasa cinta sahabat terhadap sahabatnya. Perasaan saya itu rumit, atau saya yang membuatnya rumit. Saya adalah salah satu manusia dari bermiliyar miliyar manusia dibumi yang tergolong susah move on wkwk, saya tidak bisa berbohong ketika saya mencintai seorang anak manusia dan itu akan sulit lupa. Rasanya saya ingin menjadi manusia pelupa dalam hal ini tapi tetap saja saya tidak bisa. Kecenderungan intuisi saya selalu mengarah kepada dia yang dengan bodohnya masih saya tunggu dan akan sampai kapan saya tunggu juga saya belum tau. Saya sebenarnya merasa amat sanga...

Untuk Calon Ibu Mertua.

Surat untuk calon ibu mertua ku……  اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُه    Duhai calon ibu mertuaku, p erkenalkanlah saya adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat biasa  dan dari kalangan keluarga yang biasa saja. Saya bukanlah Khadijah ra, Seorang wanita yang luar biasa dalam Sejarah wanita islam…dan teramat Mulia  Saya bukanlah Aisyah ra, Seorang yang utama dalam ketakwaannya.. Bukan pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam Ketabahannya.. Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya.. Apalagi Al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid – mujahid kecilnya.. Tapi,..Seperti yang saya katakan,….saya hanya wanita biasa,…  Dengan ketakwaan yang biasa.. Ketabahan yang tak seberapa.. Dan kecantikkan saya pun tak pantas di perhitungkan..  Namun ibu,.. Saya adalah wanita akhir zaman..  Yang punya cita – cita, menjadi wanita Sholehah…  Yang akan berusaha mengabdi pada calon Suamiku  dan juga padam...

Aku kehilangan dia..

19 Mei 2016 Hari itu aku izin meninggalkan kelas untuk melakukan observasi bersama ke empat rekan ku yaitu rahma, helvina, annisa dan ela. kami melakukan observasi tentang pengelolaan laboratorium di salah satu SMA Negeri di daerah bekasi. tapi bukan hasil observasi yang akan ku bagikan di sini.. Singkat cerita.. Perjalanan menuju SMA tempat kami observasi lumayan jauh dari kampus, Kami harus naik busway sampai pulogadung kemudian di lanjut dengan mini bus menuju bekasi, suasana dalam bus benar-benar membuatku ingin segera mengakhiri perjalanan ini, perlu waktu 1 setengah jam untuk  akhirnya bisa sampai di tempat tujuan. Sampai disana kami menemui guru yang bersangkutan untuk di wawancarai perihal pengelolaan laboratorium yang baik, tak lama setelah itu kami di ajak untuk melihat keadaan laboratorium Biologi.. Observasi kami akhiri dengan sesi foto-foto. .. Waktu menunjukan pukul 12.00, tak lama terdengar suara adzan.. kamipun bergegas menuju masjid milik sekolah ini...

Jangan Lupakan Namanya..

Gambar
Assalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh.. Alhamdulillah,  akhirnya di beri kesempatan untuk menulis dan membuka blog ini.. Namaku, masih "Dikny Asti Khaerunisa". Adakah yang aneh mendengar namaku? - banyak banget :( Iya namaku Dikny, bukan Dini, bukan Diky, bukan pula Disney. wkwk :D Adakah yang penasaran dengan Arti dari namaku? aku yakin pasti ada yang penasaran hehehe.. pede banget lo dik :P Dikny : oke.. sebenernya akupun masih bertanya-tanya, sebenernya Dikny itu artinya apa? aku tanya sama mama, Dikny itu artinya siDIK daNY,.. oalah ternyata Dikny itu nama singkatan dari kakek ku yang bernama sidik dan bapakku yang bernama dany, kalo kata bapakku sih Sidik artinya Benar, Dany artinya Jalan, jadi Dikny itu artinya Jalan Kebenaran.. Aamiin.. semoga saja. Nama adalah Do'a. yakan? jadi gak penasaran lagi kan? walaupun nama Dikny merupakan nama singkatan laki-laki tapi aku termasuk perempuan tulen lho.. hoho. gak percaya? yuk  kita ngobrol bareng....

Masih tentang langit..

Aku selalu suka langit biru , aku suka saat aku menengadah dan melihat langit di atas kepalaku seolah bisa kujangkau hanya dengan sekali gapai , aku suka karena ketika aku tertunduk dan membenci beban, langit tetap tersenyum kepadaku . A ku suka karena ketika airmataku jatuh, aku tahu kenyataan bahwa langit tetap biru, langit tetap di atas kepalaku Aku mengenal langit biru sejak sebelum bibirku berpatah kata , aku mengenal langit sejak mataku terbuka dan retinaku bekerja aku mengenal langit lengkap dengan gradasi warnanya selagi aku melompati alur nafas perlahan kemudian cepat dan lebih cepat mengiringi metamorfosa kehidupanku Aku jatuh cinta pada langit tanpa satu komitmen apapun semuanya terjadi begitu saja ,   aku selalu bisa melihat langit tersenyum, kasat mata? ya. bagiku langit tetap berwarna biru, kalau kelabu pekat? Di baliknya ada langit biru Langit jingga senja? Langit fajar? Langit hitam malam? Tunggu saja, warna biru itu akan muncul, entah bersama pel...

Langit dan Bumi

Aku ingin berkisah, tentang langit dan bumi.  Tentang bagaimana bumi mengagumi langit tanpa pernah bisa berkata apapun, bagaimana bumi selalu memandangi langit dari balik dedaunan pohon - pohon yang menjulang tinggi, mencuri - curi wajah sang langit, bagaimana bumi menangis saat melihat langit bersama sang bulan atau saat ia bercanda bersama matahari. Bumi tahu, dia bukan untuk menemani Langit, dia tak pernah punya cukup kecantikan yang mempesona seperti bulan, yang bisa menghiburnya dengan bintang - bintang atau seperti matahari yang akan membuatnya terlihat perkasa. Bumi terlalu malu, ia hanya bersembunyi di balik pohon – pohon ditutupi rerumputan di bawah lautan yang dalam dan bahagia saat langit menurunkan hujan dan turut membasahinya. Itulah cinta bumi pada Langit, ia tahu ia tak akan pernah bisa mendampangi langit ia sadar walau terlihat dekat sebenarnya langit sangat jauh bumi mengerti bahwa cintanya pada langit bukan untuk diungkapkan jika bumi rindu pada lan...