Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Coretan Tak Bermakna

satu coretan untukmu  Meskipun terkadang menyebalkan, dia adalah orang yang selalu bisa saya andalkan menolak kebenaran yang kau ungkap berkali-kali. Kau membuatku benci penegasan. Bahkan, hanya sekedar menerima saja, kini aku enggan. Aku capek. Aku bosan. Aku sedih. Aku takut. Dan aku benci penegasanmu, benci dirimu!!! Kupejamkan mata sekali lagi. Menyelami hati yang mulai terasa perih, terajam halus berlarut-larut. Tanpa sisa. Aku benci dirimu. Ingin kukatakan tanpa henti, aku benci dirimu. Dentuman berat ini menghantam kuat, tepat di sisi tersembunyi, sisi lemahku, yang rapuh. Inginku lagi tak peduli, tapi aku...sakit...benar-benar sakit. “Kamu kenapa?” terdengar suara lirih dari hadapanku. Kubuka mataku yang sempat menikmati lamunan dalam gelap. Aku diam. Hingga menit berganti pun, aku masih kekeuh, tak bergeming. Diam dan kosong. Kualihkan pandangan ke sudut tiang kokoh di ujung sana. Tak kutemukan apa-apa. Pun jawaban untuk pertanyaan singkatmu. Hanya bias p...

My Inspiration...

My Inspiration.. From            : Dissa_loke@yahoo.com To                : N_ramamurthy99@yahoo.com Subject        : A   Shoulder to Cry On Salam jumpa, Paman Raman. Bisakah aku bercerita padamu? tentang sesuatu. Aku tau, saat ini kau berada di Canada. paman, apa yang kau rasakan ketika kesendirian itu melanda padamu? sepi, hening, sunyi, dan apapun itu yang bernafaskan kegelapan. Bisakah kau meminjamkan bahumu untukku bersandar di dalam tangisku? Lebih baik aku berteman baik dengan pamanku yang jelas-jelas tidak mengetahui dengan keadaanku sebenarnya   di Indonesia. Senandung lagu dari Tommy Page berjudul “A Shoulder to Cry On” tengah ku dengarkan sambil menangis, Paman.. Paman, ingin rasanya aku pergi dari dunia ini, menjauh dari rumah. Tidak tinggal dibumi ini, melainkan di planet yang sangat ku impikan...

AKU :)

Terimakasih, aku menyukainya. Teramat, lebih dari batas bisa aku merasa.  Aku.. Selamanya tak akan pernah punya jari lentik dan kulit halus. Tapi hebatku, aku tak akan pernah bosan mengajarinya tersenyum dan memintanya tersenyum.   Aku tak akan berani bepikir lagi, berharap orang yang aku suka kan memujiku sebaik apapun aku berdandan. Kurasa ejekan dan sikap cueknya lebih aku rindukan meski pehatiannya yang sering aku harapkan. Ak mau melakukan itu semua. Betapa dia begitu berarti untukku. Aku tak akan pernah menangisi semuanya, karena sampe detik ini aku telah berhasil buktikan bahwa aku telah melakukan hal terbaik yang aku bisa berikan untuk orang yang aku suka. semoga aku tak hilang rasa pada orang yang aku suka-  Mulailah aku bercerita.. Ini lebih dari sekedar catatan isi hati seorang wanita. Ini tentangku juga tentangnya. Ini tentang bahagiaku juga bahagianya. Ini tentang Pria dan Wanita. Sekalipun ini juga tentang cinta dan air matanya.. Dia la...

MINT HEART.......

Tapi ketika sosok lain datang, aku seperti di tampar kenyataan. Mungkin akulah yang seharusnya pergi dan melupakan.. Dia memang selalu begitu, dingin. Tapi begitulah dia, dan aku menyukainya tanpa banyak protes. Aku ingin ia bisa merasakan cinta yang hangat dari orang-orang sekelilingnya Ini sebuah ketakutan yang lebih besar,aku takut karena mungkin aku tidak akan bisa lagi menyandarkan kepalaku dibahunya.. Malaikat penjagamu tersenyum karenamu. Nah, apalagi yang lebih indah daripada itu? Kenapa aku justru mencarinya saat dia berhenti memanggilku? Jika aku boleh meminta, aku ingin waktu berhenti sampai di sini saja. Tapi, manaboleh begitu. Waktu adalah satu-satunya yang tidak peduli pada apapun. Ia tidak peduli aku suka atau tidak, ia akan terus berjalan. Tapi, ini saja rasanya sudah cukup membuatku bahagia. Senyumnya untukku,   membuatku merasa memiliki segalanya. Aku berharap, Tuhan membeerikan kebahagiaan untuknya.seperti Ia memberikan kebahagiaan untuk...