Coretan Tak Bermakna
satu coretan untukmu Meskipun terkadang menyebalkan, dia adalah orang yang selalu bisa saya andalkan menolak kebenaran yang kau ungkap berkali-kali. Kau membuatku benci penegasan. Bahkan, hanya sekedar menerima saja, kini aku enggan. Aku capek. Aku bosan. Aku sedih. Aku takut. Dan aku benci penegasanmu, benci dirimu!!! Kupejamkan mata sekali lagi. Menyelami hati yang mulai terasa perih, terajam halus berlarut-larut. Tanpa sisa. Aku benci dirimu. Ingin kukatakan tanpa henti, aku benci dirimu. Dentuman berat ini menghantam kuat, tepat di sisi tersembunyi, sisi lemahku, yang rapuh. Inginku lagi tak peduli, tapi aku...sakit...benar-benar sakit. “Kamu kenapa?” terdengar suara lirih dari hadapanku. Kubuka mataku yang sempat menikmati lamunan dalam gelap. Aku diam. Hingga menit berganti pun, aku masih kekeuh, tak bergeming. Diam dan kosong. Kualihkan pandangan ke sudut tiang kokoh di ujung sana. Tak kutemukan apa-apa. Pun jawaban untuk pertanyaan singkatmu. Hanya bias p...