Namanya Ihda Ainin Nawawi, dia sahabatku.



Berbicara tentang perasaan, rasanya saya ingin sekali bebicara yang jujur, berbicara yang benar tentang ini, namun pada kenyataannya saya selalu gagal dalam mendeskripsikan perasaan saya sendiri. Bicara tentang perasaan selalu membuat saya menjadi manusia paling berbelit belit sepanjang abad 21, karena memang perasaan saya tidak pernah sederhana, tidak sesederhana rasa cinta orang tua terhadap anaknya, tidak sesederhana rasa cinta sahabat terhadap sahabatnya. Perasaan saya itu rumit, atau saya yang membuatnya rumit.

Saya adalah salah satu manusia dari bermiliyar miliyar manusia dibumi yang tergolong susah move on wkwk, saya tidak bisa berbohong ketika saya mencintai seorang anak manusia dan itu akan sulit lupa. Rasanya saya ingin menjadi manusia pelupa dalam hal ini tapi tetap saja saya tidak bisa. Kecenderungan intuisi saya selalu mengarah kepada dia yang dengan bodohnya masih saya tunggu dan akan sampai kapan saya tunggu juga saya belum tau. Saya sebenarnya merasa amat sangat sedih dan seperti hilang harapan bahwa dia yang saya tunggu tidak ada perubahan. Perubahan yang saya maksud adalah perubahan menjadi manusia yang lebih baik, saya belum menemukan bahwa dia yang saya tunggu juga berusaha sama seperti saya, seperti mencoba untuk lebih baik dari hari sebelumnya, berusaha menjaga diri saya sebisa mungkin, menjaga segala galanya. Disatu sisi saya merasa kecewa terhadap tindak tanduknya, namun perasaan saya mengalahkan akal dan ego saya. Saya masih saja berharap dia akan jadi baik dan pada akhirnya kami bisa menjadi genap.

Saya tahu saya harus berhenti. Sama seperti dia yang memilih berhenti sejak satu tahun yang lalu. Saya harus berhenti, karena dia sudah memilih wanita lain untuk menemaninya. Saya harus berhenti, karena sekuat apapun rasa saya terhadap dia yang saya tunggu, tidak akan pernah membuahkan hasil. Saya harus berhenti karena saya harus.


Saya berhenti bukan untuk menemukan manusia penggantinya.
Saya berhenti karena saya memang harus berhenti. Entah pada akhirnya saya tidak tahu apakah bisa berhenti?
 setidaknya, apapun hasilnya saya sudah berusaha :)

Doa saya,semoga kamu selalu bahagia
Harapan saya, semoga kamu bisa berproses dan berprogress menjadi lebih baik, karena setiap niat baik akan mengantarkan kamu kepada kebaikan :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Inspiration...

My Favorite quotes - Ilana Tan :)

Aku kehilangan dia..