Langit dan Bumi
Aku ingin berkisah, tentang langit dan bumi.
Tentang bagaimana bumi mengagumi langit tanpa pernah bisa berkata apapun, bagaimana bumi selalu memandangi langit dari balik dedaunan pohon - pohon yang menjulang tinggi, mencuri - curi wajah sang langit, bagaimana bumi menangis saat melihat langit bersama sang bulan atau saat ia bercanda bersama matahari.
Bumi tahu, dia bukan untuk menemani Langit, dia tak pernah punya cukup kecantikan yang mempesona seperti bulan, yang bisa menghiburnya dengan bintang - bintang atau seperti matahari yang akan membuatnya terlihat perkasa.
Bumi terlalu malu, ia hanya bersembunyi di balik pohon – pohon ditutupi rerumputan di bawah lautan yang dalam dan bahagia saat langit menurunkan hujan dan turut membasahinya.
Itulah cinta bumi pada Langit, ia tahu ia tak akan pernah bisa mendampangi langit ia sadar walau terlihat dekat sebenarnya langit sangat jauh bumi mengerti bahwa cintanya pada langit bukan untuk diungkapkan jika bumi rindu pada langit ia hanya mengirimkan do’a – do’a yang menjadi angin yang membelai langit, mengirimkan air – air di laut hingga menjadikan langit menurunkan hujan.
Bumi mengerti ia hanya bisa mengagumi langit dari jauh, melihatnya berubah warna melihatnya bermain dengan awan .
Karena bumi mengerti ada sesuatu yang harus ia jaga, cintanya ia simpan rapat – rapat dan jika kalian tahu, mata air yang ada, lautan yang terdapat dibumi itu tak lain adalah air mata rindunya pada langit air mata rasanya, yang ia tahu tak pernah bisa sampai ke langit.
Seperti itulah cinta Bumi pada Langit, Bumi menyadarinya dan menerima karena ia tahu kadang ada sesuatu yang jika disatukan justru akan menghancurkan.
Bumi hanya tahu, nanti… nanti Bumi dan Langit akan sama – sama dihancurkan dan itulah saat ia bisa menyapa langit saat mereka bersatu dalam serpihan dunia dan mungkin nanti langit akan menyadarinya, di bawah sana ada yang sangat mencintainya, yang sangat menyayanginya
yang menanti di tiap hari…. Bumi
Menantikanmu di batas waktu..
Tentang bagaimana bumi mengagumi langit tanpa pernah bisa berkata apapun, bagaimana bumi selalu memandangi langit dari balik dedaunan pohon - pohon yang menjulang tinggi, mencuri - curi wajah sang langit, bagaimana bumi menangis saat melihat langit bersama sang bulan atau saat ia bercanda bersama matahari.
Bumi tahu, dia bukan untuk menemani Langit, dia tak pernah punya cukup kecantikan yang mempesona seperti bulan, yang bisa menghiburnya dengan bintang - bintang atau seperti matahari yang akan membuatnya terlihat perkasa.
Bumi terlalu malu, ia hanya bersembunyi di balik pohon – pohon ditutupi rerumputan di bawah lautan yang dalam dan bahagia saat langit menurunkan hujan dan turut membasahinya.
Itulah cinta bumi pada Langit, ia tahu ia tak akan pernah bisa mendampangi langit ia sadar walau terlihat dekat sebenarnya langit sangat jauh bumi mengerti bahwa cintanya pada langit bukan untuk diungkapkan jika bumi rindu pada langit ia hanya mengirimkan do’a – do’a yang menjadi angin yang membelai langit, mengirimkan air – air di laut hingga menjadikan langit menurunkan hujan.
Bumi mengerti ia hanya bisa mengagumi langit dari jauh, melihatnya berubah warna melihatnya bermain dengan awan .
Karena bumi mengerti ada sesuatu yang harus ia jaga, cintanya ia simpan rapat – rapat dan jika kalian tahu, mata air yang ada, lautan yang terdapat dibumi itu tak lain adalah air mata rindunya pada langit air mata rasanya, yang ia tahu tak pernah bisa sampai ke langit.
Seperti itulah cinta Bumi pada Langit, Bumi menyadarinya dan menerima karena ia tahu kadang ada sesuatu yang jika disatukan justru akan menghancurkan.
Bumi hanya tahu, nanti… nanti Bumi dan Langit akan sama – sama dihancurkan dan itulah saat ia bisa menyapa langit saat mereka bersatu dalam serpihan dunia dan mungkin nanti langit akan menyadarinya, di bawah sana ada yang sangat mencintainya, yang sangat menyayanginya
yang menanti di tiap hari…. Bumi
Menantikanmu di batas waktu..
Komentar
Posting Komentar