Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Boleh aku mengenangnya?

Dan waktupun berjalan, ribuan hari terlewati, di penghujung malam, aku hanya punya kenangan. kenangan yang telah usang... sekalipun menyakitkan, kenangan itu akan selalu hidup, dan.... membekas :') Aku ingin berkisah, tentang dia yang membuat masa remajaku lebih berwarna.. Tentang dia.. yang tinggi, kurus, sedikit manis dan tawanya menular. Juni, 2010 Sebuah pesan singkat muncul di lini facebook ku. Ya. facebook menjadi satu-satunya media sosial yang ku punya saat itu.  "siapa ya? kayanya aku ga kenal deh" ucapku dalam hati ketika membaca nama yang tertera.   "?"  "ga ada artinya" "foto-nya lucu-lucu" "iya dong, makasih" orang yang aneh... Seminggu berlalu, tiba-tiba sahabatku bernama Fitri Agisna Dwi Putri datang membawa kabar yang mengejutkan dan tak pernah ku sangka sebelumnya. "diknyyyyyy, *dengan suaranya yang memekik telinga. Tau ga sih? anak kelas 7 H ada yang suka sama dikny?" ...

Namanya Ihda Ainin Nawawi, dia sahabatku.

Berbicara tentang perasaan, rasanya saya ingin sekali bebicara yang jujur, berbicara yang benar tentang ini, namun pada kenyataannya saya selalu gagal dalam mendeskripsikan perasaan saya sendiri. Bicara tentang perasaan selalu membuat saya menjadi manusia paling berbelit belit sepanjang abad 21, karena memang perasaan saya tidak pernah sederhana, tidak sesederhana rasa cinta orang tua terhadap anaknya, tidak sesederhana rasa cinta sahabat terhadap sahabatnya. Perasaan saya itu rumit, atau saya yang membuatnya rumit. Saya adalah salah satu manusia dari bermiliyar miliyar manusia dibumi yang tergolong susah move on wkwk, saya tidak bisa berbohong ketika saya mencintai seorang anak manusia dan itu akan sulit lupa. Rasanya saya ingin menjadi manusia pelupa dalam hal ini tapi tetap saja saya tidak bisa. Kecenderungan intuisi saya selalu mengarah kepada dia yang dengan bodohnya masih saya tunggu dan akan sampai kapan saya tunggu juga saya belum tau. Saya sebenarnya merasa amat sanga...