Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

Awal Ti Persahabatan ( Drama Sunda Komedi-Tragedi kelas 9G 2011-2012 ) SMP Negeri 1 Rangkasbitung

Gambar
Awal ti Persahabatan Palaku : Arif Ramadhan – Kang Iwan Diva Rahmat Bahtiar – Malik Danuh Ramdhani – Dalang jeung Pak Maman Dikny Asti Khaerunisa – Iis Fitri Agisna Dwi Putri – Ita Sabila Fathunisa – Ida Prolog : Dina hiji Dusun, aya awewe geulis jeung jadi sasaran lalaki-lalaki.. ngaranna Iis. Beurang eta, Iis jalan ti pasar nuju ka bumi sareung awewe, babaturan Iis.. ngaranna Ita. Ita : “ Is, lalaki di dieu teh sok merhatikeun maneh, tapi sampe ayeuna maneh teh tacan milih diantara maranehannana, kunaon ?” (panasaran) Iis : “ Ta, Iis mah bade senang-senang sareng dunia Iis nu ayeuna, teu hoyong ribet Iis mah..” (seuri laun) Ita : “ Tapi, Iis resep pan ka si tampan ?” (bari nunjuk lalaki nu keur mawa kayu) Iis : “ Aih Si Ita, Anjeunna emang keur baheula teh ngejar cintana Iis tapi pan, ayeuna Anjeunna tos sareng Si Ida.”           Obrollan eta berenti, keur Ida ujug-ujug dateng bari ngagetkeun. Ida : “...

WANITA (Betapa Berharganya) :)

WANITA inspirasi..   Malaikat bertanya, mengapa begitu lama Tuhan? Tuhan menjawab : “Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka? “Dua   tangan ini harus bisa di bersihkan,tetapi bahannya bukan dari pelastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua dilakukan cukup dengan dua tangan ini” Malaikat itu takjub.. “Hanya dengan dua tangan? Impossible! Dan itu model   standard?! “Sudahlah Tuhan, cukup dulu hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya” “Oh, tidak, saya akan menyelesaikan ciptaan saya ini, karena ini adalah favorit saya” “Oh ya, dia juga mempu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari” Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan.. “Tapi engkau membuatnya begitu lembut Tuhan?”...

Move On.... :)

Ada saat-saat dalam hidupku ketika aku meyakini bahwa ini hanya sementara. Bahwa aku tidak akan selamanya menjadi yang kedua. Bahwa kamu, suatu hari, akan memutuskan untuk memilihku dan menjadikanku satu-satunya. Ada masanya ketika aku meyakini bahwa menjadi prioritas kedua adalah sesuatu yang harus kuterima dengan lapang dada. Ini demi kamu. Demi kita. Yang perlu kulakukan hanya bersabar dan tetap berada di sisimu. Tetapi bulan demi bulan berlalu, dan aku tidak lagi mempercayai hal-hal yang dahulu kuyakini sepenuh hati. Kesendirian atau kebersamaan tidak menggangguku. Tetapi kenyataan bahwa aku tak pernah tahu apakah sesungguhnya aku sendiri atau bersamamu adalah sebuah kutukan yang menghantui hari-hariku. Ketidaktahuan apakah aku adalah milikmu atau apakah kamu adalah milikku, menjadikan dunia buram di mataku. Aku terantuk, tersandung, terjatuh, tanpa pernah tahu di mana aku sesungguhnya berada: di relung atau palung hatimu? Dan waktu berjalan. Ratusan hari terlewati. Kemudia...