Masih tentang langit..
Aku selalu suka
langit biru , aku suka saat aku menengadah dan melihat langit di atas kepalaku
seolah bisa kujangkau hanya dengan sekali gapai, aku suka karena ketika aku tertunduk dan membenci
beban, langit tetap tersenyum kepadaku.
Aku suka karena ketika airmataku jatuh, aku tahu kenyataan bahwa langit tetap biru, langit tetap di atas kepalaku
Aku mengenal langit biru sejak sebelum bibirku berpatah kata, aku mengenal langit sejak mataku terbuka dan retinaku bekerja aku mengenal langit lengkap dengan gradasi warnanya selagi aku melompati alur nafas perlahan kemudian cepat dan lebih cepat mengiringi metamorfosa kehidupanku
Aku jatuh cinta pada langit tanpa satu komitmen apapun
semuanya terjadi begitu saja, aku selalu bisa melihat langit tersenyum, kasat mata? ya.
bagiku langit tetap berwarna biru, kalau kelabu pekat? Di baliknya ada langit biru
Langit jingga senja? Langit fajar? Langit hitam malam? Tunggu saja, warna biru itu akan muncul, entah bersama pelangi atau mentari.
Langit tidak hanya mampu tersenyum, langit bahkan tetap terjaga saat aku menengadah dengan atau tanpa sinar temaram kesedihan maupun kekalutan.
Bagiku langit adalah unsur semesta yang menjadi sahabat, bagiku langit adalah selubung yang membatasi bumi dengan antariksa, bagiku langit adalah lapisan tipis antara semesta dengan kasih sayang Allah, dan bagiku langit tetap biru.
dalam perspektifku, bukan dalam perspektif geografi maupun astronomi.
Langit biru, beritahu aku sesuatu, dimanakah seseorang yang akan mewakilimu dalam kehidupanku? Orang yang akan kupanggil langit biru yang menggantikan tugasmu, yang selama ini aku tunggu-tunggu.
Bisakah kau lihat cahayanya datang mendekat hai langit? Dimana dia?
Langit biru tetap biru, dan tetap disana bahkan ketika aku menengadah sambil memejamkan mata.
*tetap terlihat meski tak tergapai
Komentar
Posting Komentar