Waktu?
Waktu?
Berapa
banyak waktu yang kukeluarkan? Jika begini… lebih baik aku pergi saja, lama
sekali aku menunggu higga aku mulai berpaling, telah banyak waktuku terbuang
hanya untuk menunggumu. Ku coba bersabar karena aku setia, tapi…, kesetiaan
bisa menjadi pengkhianatan jika kesetiaan itu tak dijaga…
Ku
lihat diujung sana, seseorang juga menunggu sepertiku…
Tak
lama kemudian kekasihnya sudah datang, tapi wanita itu malah marah-marah karena
kelamaan nunggu, kasihan sekali kekasihnya itu padahal wanita itu hanya
menunggu 20 menit, sedangkan aku? Berapa jam aku menunggu? , lalu aku sadar
beruntunglah kekasihku karena aku tak seperti wanita itu, akupun bersyukur dan
aku berharap kesetiaan itu masih ada dipihakku
----
Jam?
Jam berapa sekarang?
Aku
mulai lelah, sulit rasanya berdiri lagi setelah berjam-jam duduk, apa dia tidak
apa-apa? Kok nggak ada kabarnya? Aku mulai khawatir kenapa dia tak datang juga?
Apa ini? Sifat aslinya? Yang nggak pernah menghargai perasaan? Atau… memang aku
saja yang bodoh? Menaruh kepercayaan yang sejujurnya aku tidak yakin
kulihat
hp ku…
Tidak
ada sms atau miscall…
Dimana
dia? Ada apa? Ya… Tuhan… aku khawatir kepadanya…
----
Sudah
sore…
Hal
seperti ini sudah biasa terjadi… tapi ini? Hingga sore?
Apa
aku pulang saja?
Tapi,
bagaimana kalau ia datang terus aku sudah tidak ada?
Aku
mulai curiga… aku mulai tidak percaya… dan
karena
menunggu! Pikiranku mulai tidak-tidak
Apa
dia selingkuh?
Apa
dia lupa?
Apa
dia…?
Berbagai
pertanyaan buruk ada dikepalau…
---
Perutku
mulai lapar, hingga kuputuskan aku pergi dari tempat itu untuk mencari makan...
Kulihat
Ada kafe di ujung simpangan sana…
Dalam
perjalanan menuju kafe itu… tiba-tiba saja perasaanku tidak enak! Apa dia
datang? Dan aku tidak ada? Lalu kutengok kebelang tapi tidak ada siapa-siapa
disana yang ada hanya pohon kecil sendirian yang dedaunannya melambai-lambai
karena tiupan angin.
Apa…
pohon itu merasakan apa yang kurasakan? sepertinya pohon itu juga sedang
menunggu, tapi pohon itu menunggu apa? Dan siapa?
Lalu
aku berlalu hingga aku sampai di kefe itu , Kafe itu bernama "SURVIVE FOR
A TIME "
Aku
duduk di pojok dekat jendela, agar aku bisa melihat kekasihku lewat,
pandanganku
buyar ketika seorang pelayan wanita menanyakan pesananku “ saya pesan nasi
goring special dan es jus melonnya ya..” seusai memesan makananku, aku melihat
kearah pengunjung yang ada di kafe itu…
Tiba-tiba
saja jantungku berdebar cepat seakan-akan aku jantungan saat itu, pandanganku
terus tertuju pada seorang yang ada di meja pojok dekat kasir, seorang itu
tidak sendiri ia bersama teman atau apa … tapi teman itu seorang wanita… ku
tutup mata siapa tahu aku salah liat, lalu ku kucek hinggan mataku sakit.
Tapi..
aku nggak salah liat, seseorang itu… dia mirip dengan kekasihku…
Tapi…
dengan siapa dia? Siapa wanita itu?
Lalu
aku menghampirinya, dan reaksinya pun tak terduga, ia sepertinya takut, dan
saat ku Tanya ia hanya diam dan menunduk, lalu aku menanyakan siapa wanita itu?
Wanita itu ketus menjawab, “aku pacarnya” .
pria
kurang ajar itu tetap diam .hanya aku dan wanita itu yang adu mulut, dengan
kesal hati… aku langsung pergi tanpa mengucap apa-apa…
Aku
marah! Ingin sekali tadi aku tampar dia, tapi aku sadar tak sepantasnya aku
marah di tempat umum karena seorang pria yang tak lagi mencintaiku, seorang
yang tak lagi punya kesetiaan. Yang hanya akan merugikan diriku-sendiri
Di
jalan tak jauh dari kafe itu… aku teringat akan nasi goreng dan jus yang
kupesan tadi, karena aku orang yang bertanggung jawab , maka, dengan berat hati
aku kembali…
Sesampainya
di kafe itu aku lihat pria kurang ajar dan wanita itu masih ada, kulihat
hubungan mereka baik-baik saja… padahal wanita itu tadi juga sempat marah-marah
… entah jurus apa yang ia gunakan hingga meluluhkan wanita itu.
Pria
kurang ajar itu melirik kearah ku dan aku hanya tersenyum melihatnya , spontan
ia langsung menunduk, entah apa yang ia batin…
Lalu
aku mencari pelayan yang tadi melayaniku , setelah ketemu… lalu kutanya
“bisakah
makananku tadi dibungkus saja?”
pelayan
itu menjawab “ohh… bisa mbak, saya kira mbak nggak kembali, saya hamper takut
dimarahi sama manager saya , takut di cap buruk pelayanan kami hingga mbak bias
pergi begitu saja”
“
maaf ya.. mbak soal tadi yang saya pergi tiba-tiba” jawabku meminta maaf
“
nggak apa-apa mbak, tunggu sebentar ya…” jawabnya dan berlalu kedapur untuk
membungkus makananku
Beberapa
menit.. makanan dengan dibungkus rapi sudah datang, lalu aku membayarnya dan
beranjak pergi dari kafe itu, sekilas ku tengok lagi pria kurang ajar itu , aku
tau dia sadar kalau dia kulirik, tapi ia pura-pura tidak tahu..
Dan
aku segera pergi dari kafe itu, Di jalan… saat aku mau naik angkot ku sms dia
jadi… selama ini aku hanya menunggu
untuk pengkhianatan itu? Apa kau sadar berapa banyak waktu yang ku buang
untukmu? Apa kau tak sadar? Kau menyia-nyiakan seseorang paling setia kepadamu?
Rugilah kamu…
sejak
itu aku membuat keputusan aku tak lagi menaruh kesetiaan kepada seseorang yang
belum pasti! , aku telah ditipu, dan ini Terakhir kalinya aku MENUNGGU, setelah
itu aku akan MENUNGGU seseorang yang pasti juga MENUNGGUKU…
Hari
ini, aku disini
Berjuang
untuk bertahan
Padamkan
luka dan beban yang ada
Yang
telah membakar seluruh jiwa
Ku
coba resapi, ku coba selami
Segala
yang telah terjadi
Kuambil
Hikmah-Nya
Rasakan
Nikmat-Nya
Dan
ku coba untuk hadapi
I
will survive , I will revive
I
won’t surrender , And stay alive
Komentar
Posting Komentar