My Idol Ahmad Bustomi 19..
Ini tentang pemain bola idolaku, aku kagum pada sosok AB waktu dia main di AFF 2010, waktu itu sih ga tertarik sama dunia sepak bola, tapi semenjak ada dia semuanya berubah, apalagi waktu baca kehidupan awal karirnya di sepak bola. hm i love it, kali ini aku bakal share lagi tentang Ahmad Bustomi
Ahmad Bustomi (lahir di Jombang, Jawa Timur, 13 Juli 1985, umur 28 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia
bermain untuk Arema Indonesia di Liga Super Indonesia, sebelum di Arema
ia bermain untuk Persema Malang dan Persikoba Batu yang juga salah satu
tim dari daerah di Malang Raya. Saat memperkuat Persema, nama Tomi
masuk dalam skuad Timnas U-23 Asian Games, SEA Games, dan Pra Olimpiade
yang sempat berlatih ke Belanda dan Argentina. Dalam buku program
“Garuda Merah Garuda Putih” Bustomi mengaku banyak belajar dari
Danurwindo, mantan pelatihnya di Persema Malang. Saat ia menjadi
penggawa Tim nasional sepak bola indonesia di ajang Piala AFF 2010
asuhan Alfred Riedl. Dia biasa berposisi sebagai Midfielder. Tentang
pemain idolanya, Tomi menyebut satu nama, Bima Sakti Tukiman. Kita tahu,
Bima Sakti pernah jadi gelandang Timnas pada era Kurniawan Dwi Yulianto
dkk. Dia terkenal memiliki tendangan kencang dan akurat. Tomi
bersahabat dengan Bima kala keduanya bermain di Persema.
Ahmad Bustomi dilahirkan dari pasangan Jumari dan Sarmiati pada 13 Juli
1985 di Jombang. Hanya saja, 40 hari setelah dilahirkan, Tomi diboyong
oleh kedua orang tuanya ke Malang. Selanjutnya, Jumari beserta
keluarganya mengadu nasib ke Jakarta. Bertahun-tahun mengadu nasib,
Jumari akhirnya kembali ke kampung halamannya di daerah Karangploso,
Malang. "Saat kembali dari Jakarta, Tomi masih duduk di kelas V SD.
Kemudian menantu saya, Jumari, mendirikan bengkel untuk menopang
ekonominya," kata Atikah (nenek Ahmad Bustomi) mengenang perjalanan
cucunya itu.
Nah, saat berada di kota dingin itulah Bustomi menekuni permainan si
kulit bundar tersebut. Satu kenangan yang tak pernah dilupakan bagi
kedua orang tuanya, Jumari dan Sumiati adalah saat menjual perhiasan
untuk bisa membelikan sepatu baru bagi sang anak ketika akan masuk
dalam seleksi Persema Malang. "Pada saat itu sepatu bolanya sobek dan
tidak bisa dipakai. Mau beli tak punya uang. Terpaksa saya jual
anting-anting seberat 1 gram dan laku 100 ribu. Uang itu untuk membeli
sepatu bola," aku Sumiati. Tomi merupakan pribadi yang dikenal santun,
religius, dan bersahaja. Tidak heran ketika waktu beranjak Maghrib, dia
mohon diri untuk menunaikan sholat seraya kemudian berjanji (dan
menepatinya!!) untuk bertemu kembali setelah makan malam. Ia menikah
dengan Fina Dian Sari teman semasa SMP yang kini bekerja sebagai asisten
apoteker di RSSA (Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar) Malang.

Komentar
Posting Komentar